Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog

Ketgam Ilustrasi. Keributan di Kawasan ICP Unaaha, Seorang Perempuan Diduga Menjadi Korban Pemukulan


KONAWE – hotspotsultra.com - Keributan terjadi di kawasan ICP Unaaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, pada Selasa malam (13/1/2026). Insiden tersebut menarik perhatian warga sekitar setelah seorang pria yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dilaporkan melakukan pemukulan terhadap seorang perempuan. Peristiwa ini pun berujung pada penanganan aparat kepolisian.


Kapolsek Unaaha, IPTU La Ode Anti, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa peristiwa berlangsung sekitar pukul 19.30 WITA dan sempat memicu keresahan warga di sekitar lokasi kejadian.


“Benar, kejadiannya sekitar setengah delapan malam,” ujar IPTU La Ode Anti saat dikonfirmasi awak media.


Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, keributan bermula ketika seorang pria berteriak-teriak di lokasi kejadian sambil mencari temannya. Aksi tersebut dianggap mengganggu ketertiban umum sehingga mendapat teguran dari warga yang berada di sekitar kawasan ICP Unaaha.


Namun, teguran tersebut tidak diterima dengan baik oleh pria yang bersangkutan. Situasi kemudian memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan. Dalam kondisi yang belum sepenuhnya terkendali, pria tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap seorang perempuan yang berada di lokasi kejadian.


“Awalnya hanya ditegur karena ribut, tetapi pelaku justru memukul seorang perempuan,” jelas Kapolsek Unaaha.


Setelah melakukan pemukulan, pelaku dilaporkan langsung melarikan diri dari lokasi sebelum diamankan oleh warga. Sementara itu, korban yang merasa dirugikan atas tindakan tersebut segera melaporkan kejadian itu ke Polres Konawe untuk mendapatkan perlindungan hukum dan proses lebih lanjut.


Pihak keluarga korban yang berada di Polres Konawe membenarkan kejadian tersebut. Seorang perempuan bernama Fatma mengungkapkan bahwa korban dalam rekaman video yang sempat beredar di media sosial merupakan dirinya dan sepupunya. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat mereka menegur pelaku yang dinilai membuat kegaduhan.


“Yang di video itu saya dan sepupu saya. Kami menegur karena mereka ribut, tetapi mereka tidak terima,” ujar Fatma.


Menurut Fatma, pelaku tidak hanya satu orang. Ia menduga terdapat tiga pria yang saat itu berada dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras tradisional jenis ballo. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu utama terjadinya tindakan kekerasan.

“Ada tiga orang dan mereka diduga mabuk ballo,” tambahnya.

Saat ini, keluarga korban masih berada di Polres Konawe untuk melakukan pendampingan hukum serta memberikan keterangan tambahan kepada penyidik. Pihak keluarga berharap kasus ini dapat ditangani secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Aparat kepolisian masih melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga ikut terlibat.


“Untuk sementara baru satu orang yang diamankan. Yang lainnya masih dalam proses penjemputan,” kata IPTU Taufik Hidayat singkat.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menemukan peristiwa serupa di lingkungan sekitar.


Kasus dugaan pemukulan tersebut kini resmi dalam penanganan Polres Konawe. Polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti guna mengungkap secara jelas kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Keributan Malam Hari di ICP Unaaha, Polisi Tangani Dugaan Pemukulan terhadap Perempuan

Ketgam Ilustrasi. Keributan di Kawasan ICP Unaaha, Seorang Perempuan Diduga Menjadi Korban Pemukulan


KONAWE – hotspotsultra.com - Keributan terjadi di kawasan ICP Unaaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, pada Selasa malam (13/1/2026). Insiden tersebut menarik perhatian warga sekitar setelah seorang pria yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dilaporkan melakukan pemukulan terhadap seorang perempuan. Peristiwa ini pun berujung pada penanganan aparat kepolisian.


Kapolsek Unaaha, IPTU La Ode Anti, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa peristiwa berlangsung sekitar pukul 19.30 WITA dan sempat memicu keresahan warga di sekitar lokasi kejadian.


“Benar, kejadiannya sekitar setengah delapan malam,” ujar IPTU La Ode Anti saat dikonfirmasi awak media.


Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, keributan bermula ketika seorang pria berteriak-teriak di lokasi kejadian sambil mencari temannya. Aksi tersebut dianggap mengganggu ketertiban umum sehingga mendapat teguran dari warga yang berada di sekitar kawasan ICP Unaaha.


Namun, teguran tersebut tidak diterima dengan baik oleh pria yang bersangkutan. Situasi kemudian memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan. Dalam kondisi yang belum sepenuhnya terkendali, pria tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap seorang perempuan yang berada di lokasi kejadian.


“Awalnya hanya ditegur karena ribut, tetapi pelaku justru memukul seorang perempuan,” jelas Kapolsek Unaaha.


Setelah melakukan pemukulan, pelaku dilaporkan langsung melarikan diri dari lokasi sebelum diamankan oleh warga. Sementara itu, korban yang merasa dirugikan atas tindakan tersebut segera melaporkan kejadian itu ke Polres Konawe untuk mendapatkan perlindungan hukum dan proses lebih lanjut.


Pihak keluarga korban yang berada di Polres Konawe membenarkan kejadian tersebut. Seorang perempuan bernama Fatma mengungkapkan bahwa korban dalam rekaman video yang sempat beredar di media sosial merupakan dirinya dan sepupunya. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat mereka menegur pelaku yang dinilai membuat kegaduhan.


“Yang di video itu saya dan sepupu saya. Kami menegur karena mereka ribut, tetapi mereka tidak terima,” ujar Fatma.


Menurut Fatma, pelaku tidak hanya satu orang. Ia menduga terdapat tiga pria yang saat itu berada dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras tradisional jenis ballo. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu utama terjadinya tindakan kekerasan.

“Ada tiga orang dan mereka diduga mabuk ballo,” tambahnya.

Saat ini, keluarga korban masih berada di Polres Konawe untuk melakukan pendampingan hukum serta memberikan keterangan tambahan kepada penyidik. Pihak keluarga berharap kasus ini dapat ditangani secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Aparat kepolisian masih melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga ikut terlibat.


“Untuk sementara baru satu orang yang diamankan. Yang lainnya masih dalam proses penjemputan,” kata IPTU Taufik Hidayat singkat.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menemukan peristiwa serupa di lingkungan sekitar.


Kasus dugaan pemukulan tersebut kini resmi dalam penanganan Polres Konawe. Polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti guna mengungkap secara jelas kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Tidak ada komentar