Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog

Jangan Matikan Usaha Rakyat Kecil, Pemerintah Harusnya Hadir dengan Solusi yang Adil


Hotspotsultra.com - Menyikapi Lagi polemik Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menjadi persoalan di tengah masyarakat, khususnya di Kota Kendari, pemerintah daerah hendaknya tidak melihat persoalan hanya dari satu sudut pandang. Di balik setiap usaha kecil yang dipersoalkan, ada masyarakat yang berjuang mencari nafkah, keluarga yang harus diberi makan, anak-anak yang membutuhkan biaya pendidikan, serta kehidupan yang bergantung pada penghasilan harian.


Bagi masyarakat kecil, keuntungan Rp1.000 hingga Rp2.000 dari setiap usaha bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Nilai tersebut mungkin terlihat kecil bagi mereka yang memiliki jabatan, kewenangan, dan penghasilan tetap. Namun, bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada usaha harian, uang itu bisa menjadi penentu untuk membeli kebutuhan pokok, membayar biaya sekolah anak, atau sekadar memastikan keluarga tetap bisa makan.


Karena itu, jangan sampai sebuah kebijakan atau tindakan justru mematikan usaha masyarakat kecil tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan solusi yang adil dan manusiawi. Menghentikan aktivitas usaha seseorang bukan sekadar menghentikan kegiatan ekonomi, melainkan juga berpotensi memengaruhi kehidupan sejumlah keluarga yang menggantungkan harapan pada usaha tersebut.


Kepada para pemimpin dan pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan serta pengawasan BBM, ingatlah bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan demi kepentingan masyarakat. Kewenangan tersebut semestinya digunakan untuk mencari jalan keluar, bukan sekadar menunjukkan siapa yang paling benar yang merasa berkuasa dan siapa yang harus tunduk pada keputusan.


Jika memang terdapat aktivitas yang perlu ditertibkan karena diduga melanggar ketentuan, penertiban harus memiliki dasar dan pertimbangan yang jelas dan dilakukan secara proporsional. Namun, langkah tersebut juga semestinya disertai dialog, penjelasan yang terbuka, serta upaya mencari solusi bagi masyarakat yang terdampak.


Pemerintah tidak cukup hanya menyatakan bahwa suatu tindakan salah tanpa menjelaskan jalan keluarnya. Pemerintah juga perlu menghadirkan alternatif agar masyarakat tetap memiliki kesempatan mencari nafkah secara layak, sepanjang kegiatan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Ingatlah, di balik usaha kecil masyarakat, ada doa-doa tulus dari keluarga yang berharap agar hari esok masih bisa dijalani. Jangan meremehkan suara masyarakat kecil. Ketika seseorang kehilangan mata pencaharian tanpa mendapatkan penjelasan dan jalan keluar yang adil, kekecewaan dapat meninggalkan luka sosial yang berkepanjangan serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya bapak wakil walikota kendari. 


Persoalan ini bukan tentang membenarkan seluruh tindakan masyarakat, melainkan tentang bagaimana setiap persoalan diselesaikan secara adil dan proporsional. Jika ada pelanggaran, tegakkan aturan sesuai ketentuan. Jika ada kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat, carikan solusi yang masuk akal. Ketegasan dalam menegakkan aturan tidak boleh menghilangkan pertimbangan kemanusiaan.


Salah satu tanggung jawab penting pemerintah daerah adalah menciptakan kondisi yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Pemerintah harus hadir bukan hanya sebagai pengatur dan penertib, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu menemukan jalan keluar ketika masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.


Keberhasilan pemerintah tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak persoalan yang berhasil ditertibkan, tetapi juga dari kemampuannya melindungi kepentingan publik, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Jika masyarakat kecil kehilangan mata pencaharian tanpa memperoleh solusi yang adil, pemerintah patut mengevaluasi kebijakan dan pendekatan yang digunakan. Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya berbicara tentang ketertiban, melainkan juga tentang keadilan, keberlanjutan ekonomi, dan kehidupan rakyat yang semakin sejahtera.


Jangan sampai masyarakat hanya merasakan kehadiran pemerintah ketika penertiban dilakukan, tetapi kesulitan menemukan jalan keluar ketika mereka membutuhkan perlindungan dan solusi.


Pada akhirnya, seorang pemimpin harus memahami bahwa kekuasaan tidak berlangsung selamanya. Hari ini seseorang mungkin memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan, tetapi pada waktunya, ia akan dikenang berdasarkan bagaimana keputusan tersebut memengaruhi kehidupan rakyat.


Tabur tuai. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya.

Jangan merasa senang ketika masyarakat kecil kehilangan penghidupan. Jangan pula merasa paling benar hanya karena berada di kursi kekuasaan. Dengarkan suara mereka, pahami kesulitan yang dihadapi, dan hadirkan solusi yang adil.


Sebab, pemimpin yang bijaksana bukanlah pemimpin yang hanya mampu menegakkan aturan, melainkan pemimpin yang mampu menegakkan aturan tanpa kehilangan rasa kemanusiaan.


Jika kesejahteraan rakyat merupakan tujuan pemerintahan, setiap kebijakan patut diuji melalui satu pertanyaan sederhana: apakah kebijakan ini benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat, atau justru menambah beban kehidupan mereka?


Rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang selalu merasa paling benar. Rakyat membutuhkan pemimpin yang mau mendengar, berani mengevaluasi diri, dan sungguh-sungguh mencari solusi demi kesejahteraan bersama.


Jangan matikan usaha rakyat kecil tanpa menghadirkan jalan keluar. Tegakkan aturan dengan adil, jalankan kewenangan dengan bijaksana, dan pastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.


Opini Oleh : Inodi 


Baca Juga Artikel Lainnya

Polemik BBM dan Kebijaksanaan Pemimpin: Jangan Hanya Melihat dari Satu Sudut Pandang

Jangan Matikan Usaha Rakyat Kecil, Pemerintah Harusnya Hadir dengan Solusi yang Adil

Polemik BBM dan Kebijaksanaan Pemimpin: Jangan Hanya Melihat dari Satu Sudut Pandang


Hotspotsultra.com - Dalam menyikapi polemik Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menjadi persoalan di tengah masyarakat Khsusnya di kota kendari, seorang pemimpin hendaknya mampu menempatkan diri secara bijaksana. Kritik dan aspirasi masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi, bukan semata-mata sebagai bentuk perlawanan atau sesuatu yang harus dibenarkan maupun disalahkan secara sepihak.


Kepada Bapak Pemimpin atau yang sedang mengurusi BBM di Kota Kendari, perlu kiranya kita mengingat bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang memiliki kewenangan, tetapi juga tentang kemampuan mendengar, memahami, jeritan rakyat dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.


Jangan membenarkan satu pandangan hanya karena kita berdiri di posisi teratas. Sebab, apa yang terlihat benar dari sudut pandang kita, belum tentu sepenuhnya benar ketika dilihat dari sisi masyarakat. Begitu pula sebaliknya, setiap kritik perlu diuji berdasarkan fakta, bukan sekadar emosi, kepentingan, ataupun penilaian pribadi.


Pemimpin yang bijaksana tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk merasa paling benar. Justru kebesaran seorang pemimpin terlihat ketika ia mampu menerima kritik tanpa kehilangan wibawa, mendengarkan keluhan tanpa merasa direndahkan, serta mencari jalan keluar tanpa memperkeruh keadaan.


Jangan sampai kita terlalu mudah melihat kekurangan orang lain, tetapi lupa bahwa diri kita sendiri juga bisa dinilai kurang baik oleh orang lain. Kehidupan selalu berputar. Hari ini kita berada dalam posisi yang nyaman, esok belum tentu keadaan tetap sama.


Jangan sampai kita senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. Sebab, tidak ada manusia yang selamanya berada di atas. Bisa saja suatu hari nanti, kita atau keluarga kita berada dalam keadaan sulit dan membutuhkan pengertian dari orang lain. Pada saat itulah kita akan memahami betapa berharganya empati dan kebijaksanaan.


Inilah makna tabur tuai: setiap sikap dan tindakan memiliki konsekuensi. Karena itu, tanamlah penghormatan jika ingin dihormati, tebarkan empati jika ingin dimengerti, dan berikan keteladanan jika ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat.


Perlu diingat, masyarakat bukan sekadar pihak yang harus mendengar penjelasan pemimpin. Masyarakat juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, mempertanyakan persoalan publik, serta mengharapkan solusi yang adil dan berdasarkan fakta.


Baca Juga 

Jangan Matikan Usaha Rakyat Kecil, Pemerintah Harusnya Hadir dengan Solusi yang Adil


Jika terdapat persoalan terkait BBM, mungkin bisa kedepankan keterbukaan, klarifikasi, dan dialog yang sehat. Dengarkan apa yang menjadi keberatan masyarakat, jelaskan duduk persoalannya secara proporsional, kemudian cari solusi yang tidak merugikan kepentingan publik. Sebab, tujuan kepemimpinan bukan memenangkan perdebatan, melainkan menyelesaikan persoalan.


Pada akhirnya, jabatan memiliki batas waktu, tetapi jejak kepemimpinan akan terus diingat melalui sikap, keputusan, dan cara memperlakukan masyarakat.


Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya.

Jangan merasa akan selalu berada di atas, dan jangan pula memandang rendah mereka yang hari ini berada di bawah. Sebab, waktu dapat mengubah keadaan, tetapi kebijaksanaan dan kerendahan hati akan selalu menjadi nilai yang dihormati.


Semoga setiap pemimpin senantiasa diberikan kebesaran hati untuk mendengar, kejernihan pikiran untuk menilai, serta keberanian untuk mengakui kekeliruan apabila memang terbukti keliru.


Pemimpin yang hebat bukanlah pemimpin yang selalu merasa benar, melainkan pemimpin yang berani mendengar, bersedia mengevaluasi diri, dan mampu menghadirkan keadilan bagi masyarakat.


Jabatan boleh membuat seseorang didengar, tetapi kebijaksanaanlah yang membuatnya dihormati. Jangan sampai ketika berkuasa kita lupa cara menghargai sesama, sebab roda kehidupan terus berputar. Tabur tuai bukan sekadar ungkapan, melainkan pengingat bahwa setiap sikap akan meninggalkan jejak. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya.


Opini Oleh : Inodi 


Baca Juga Berita Lainnya

Demo BBM di Balai Kota Kendari, Pedagang Eceran Minta Kepastian Kebijakan

Polemik BBM dan Kebijaksanaan Pemimpin: Jangan Hanya Melihat dari Satu Sudut Pandang


 

HOTSPOTSULTRA.COM – Pelestarian budaya lokal dapat dilakukan melalui berbagai cara kreatif, salah satunya dengan mengintegrasikan warisan budaya ke dalam produk fesyen modern. Inisiatif tersebut dijalankan As’ad Fadli, pemilik Ripuji Lontaratta, usaha fesyen dan kerajinan asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengangkat aksara Lontara sebagai identitas utama produknya.


Dirintis sejak 2019, Ripuji Lontaratta memproduksi berbagai aksesori, seperti tas dan topi, dengan memadukan sentuhan desain modern dan motif khas Sulawesi Selatan. Beberapa produk andalannya antara lain Malebbi Totebag dan Maraja Bucket Hat yang mengusung unsur budaya lokal dalam tampilan yang mengikuti perkembangan tren fesyen.


Ide usaha tersebut berangkat dari kepedulian As’ad terhadap semakin berkurangnya pengenalan aksara Lontara di kalangan generasi muda, khususnya di Makassar. Ia kemudian melihat peluang untuk memperkenalkan kembali warisan budaya daerah melalui produk yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.


“Kami melihat anak muda sekarang, khususnya di Kota Makassar, sudah mulai tidak mengenal lagi aksara Lontara. Di sisi lain, mereka memiliki minat terhadap tas dan topi yang bisa menunjang fesyen. Karena itu, kami membuat usaha ini dengan tujuan menjaga warisan budaya masyarakat Makassar, tetapi tetap bisa tampil keren,” ujar As’ad.


Seiring perkembangannya, Ripuji Lontaratta kini didukung lima tenaga kerja. Pemasaran dilakukan melalui sejumlah saluran, mulai dari gerai fisik, media sosial, kerja sama antarbisnis atau business to business (B2B), hingga keikutsertaan dalam pameran dan berbagai kegiatan promosi.


Pasarnya pun terus berkembang. Produk Ripuji Lontaratta tidak hanya menjangkau konsumen di Makassar, tetapi juga telah dipasarkan ke berbagai kota dan pulau di Indonesia.


Namun, As’ad menyadari bahwa kreativitas dalam menghasilkan produk perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola bisnis secara profesional. Penguatan manajemen, pengelolaan sumber daya manusia, serta pemenuhan aspek legalitas menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.


Untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya, As’ad memanfaatkan platform LinkUMKM by BRI setelah mengenalnya melalui kunjungan ke Rumah BUMN Makassar. Ketertarikannya terhadap program pembelajaran dan pelatihan yang tersedia mendorongnya bergabung untuk memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.


“Setelah saya bergabung dengan LinkUMKM by BRI dan mendapat program pelatihan, usaha saya mengalami perkembangan, terutama di bagian legalitas dan manajemen sumber daya manusia. Saya mendapat ilmu bagaimana mengatur usaha agar bisa berkembang dan bagaimana mengatur tim supaya lebih produktif,” kata As’ad.


LinkUMKM by BRI merupakan platform digital yang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan UMKM untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaku usaha. Hingga September 2026, platform tersebut tercatat telah dimanfaatkan oleh 17,6 juta pelaku UMKM.


Angka tersebut mencerminkan jangkauan program pengembangan usaha berbasis digital yang membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperoleh akses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan bisnis mereka.




Bagi As’ad, keberadaan Ripuji Lontaratta bukan semata-mata untuk menghadirkan produk fesyen, melainkan juga membawa pesan pelestarian budaya. Melalui motif aksara Lontara, ia ingin memperkenalkan kembali identitas budaya Sulawesi Selatan agar semakin dikenal dan dibanggakan oleh generasi muda.


“Dalam setiap produk kami ada sebuah misi untuk melestarikan budaya aksara Lontara yang sudah mulai dilupakan anak muda. Kami bukan hanya menghadirkan tas dan topi untuk menunjang selera fesyen pelanggan, tetapi juga bercerita melalui motif aksara Lontara bahwa inilah identitas kita yang harus kita lestarikan dan banggakan,” ungkapnya.


Dalam mendukung transaksi penjualan, Ripuji Lontaratta juga memanfaatkan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI. Menurut As’ad, penggunaan pembayaran digital tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menyelesaikan transaksi pembelian.


Meski menunjukkan perkembangan positif, perjalanan bisnisnya tidak lepas dari berbagai kendala. As’ad mengungkapkan bahwa usahanya pernah menghadapi pembatalan pesanan khusus atau custom secara mendadak, serta persaingan bisnis yang dinilainya kurang sehat.


Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses kerja, memperkuat pengelolaan usaha, dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika pasar.


Sementara itu, Senior Executive Vice President (SEVP) Micro Business Empowerment BRI, M. Candra Utama, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.


Menurutnya, kebutuhan UMKM tidak terbatas pada dukungan permodalan. Pelaku usaha juga memerlukan penguatan kemampuan manajerial, pendampingan legalitas, strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan membaca peluang pasar.


“BRI melihat bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila mendapatkan ekosistem pendukung yang tepat. LinkUMKM by BRI menjadi salah satu platform yang kami hadirkan untuk membantu pelaku UMKM belajar, beradaptasi, dan berkembang sesuai kebutuhan usahanya,” pungkas Candra.


Kisah Ripuji Lontaratta memperlihatkan bagaimana kreativitas dapat menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan memadukan identitas lokal, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM memiliki peluang untuk memperluas pasar sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap relevan bagi generasi berikutnya.

Angkat Budaya Lokal Lewat Fesyen, UMKM Makassar Berkembang Bersama LinkUMKM BRI

Peduli Kebersihan Lingkungan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Ajak Siswa SMP 1 Kabawo Kerja Bakti


MUNA, - Hotspotsultra.com – Menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Semangat tersebut ditunjukkan personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1416/Muna bersama dewan guru dan siswa-siswi SMP 1 Kabawo melalui kegiatan kerja bakti, Kamis (22/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung di sekitar sekolah, Kelurahan Laimpi, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ini difokuskan pada pembersihan sisi kiri dan kanan jalan di depan sekolah.


Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas TMMD bersama para guru dan siswa bergotong royong mengumpulkan sampah serta membersihkan area sekitar jalan. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi warga sekolah maupun masyarakat yang melintas.


Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK), Kapten Kav Edi Sabara, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda.


Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan kebersihan diharapkan dapat membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna atas keterlibatannya dalam kegiatan tersebut. Kehadiran personel TNI dinilai memberikan kontribusi positif, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat kegiatan sosial yang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan.


Melalui kerja bakti ini, diharapkan kebiasaan menjaga kebersihan dan semangat kebersamaan terus tumbuh di kalangan siswa sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.


(Pen)

Peduli Kebersihan Lingkungan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Ajak Siswa SMP 1 Kabawo Kerja Bakti

Demo BBM di Balai Kota Kendari, Pedagang Eceran Minta Kepastian Kebijakan


KENDARI – Hotspotsultra.com - Kebijakan penertiban penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan setelah Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sulawesi Tenggara bersama sejumlah pedagang BBM eceran dan masyarakat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Kendari, Kamis (22/10/2026).


Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha penjualan BBM eceran. Massa meminta Pemerintah Kota Kendari memberikan penjelasan serta mencari solusi atas kebijakan yang berdampak terhadap keberlangsungan usaha mereka.


Para pedagang berharap penertiban tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan aturan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kecil yang menjadikan usaha tersebut sebagai sumber mata pencaharian.


Dalam aksi itu, massa mendorong pemerintah membuka ruang dialog untuk membahas persoalan penjualan Pertalite, termasuk mencari mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat yang terdampak.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan bahwa penyaluran BBM bersubsidi harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengawasan distribusi BBM agar tepat sasaran.


Di sisi lain, penataan distribusi BBM juga perlu disertai komunikasi yang jelas kepada masyarakat. Dengan demikian, pedagang dapat memahami batasan yang berlaku dan mengetahui alternatif usaha apabila aktivitas penjualan mereka tidak sesuai dengan ketentuan.


Dorong Dialog dan Solusi yang Berkeadilan

Persoalan BBM eceran membutuhkan penanganan yang mempertimbangkan berbagai kepentingan, mulai dari ketertiban distribusi BBM bersubsidi, kepatuhan terhadap regulasi, hingga perlindungan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.


Pemerintah daerah diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjelaskan aturan secara terbuka, menyerap aspirasi pedagang, serta mengupayakan solusi yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.


Selain itu, masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi mengenai tata cara penjualan BBM yang sesuai ketentuan, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan pengawasan distribusi.


Aspirasi yang disampaikan melalui demonstrasi diharapkan menjadi pintu masuk bagi dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Penyelesaian yang jelas, transparan, dan berlandaskan aturan diperlukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Demo BBM di Balai Kota Kendari, Pedagang Eceran Minta Kepastian Kebijakan

Satu aplikasi untuk beragam kebutuhan transaksi, mendukung gaya hidup modern dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Hotspotsultra.com - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan. Kini, berbagai transaksi perbankan dapat dilakukan secara praktis melalui smartphone tanpa harus datang ke kantor cabang.


Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan BRImo sebagai Financial Super App yang mengintegrasikan beragam layanan perbankan dan finansial dalam satu aplikasi.


BRImo memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan transfer dana, membayar tagihan, bertransaksi menggunakan QRIS, membeli berbagai produk digital, hingga mengakses layanan investasi yang tersedia. Beragam fitur tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, maupun aktivitas usaha.


Regional CEO BRI Makassar, Riza Pahlevi, mengungkapkan bahwa pemanfaatan layanan digital BRI menunjukkan aktivitas transaksi yang signifikan di wilayah kerjanya.


“Capaian kinerja BRImo sampai dengan minggu pertama Oktober mencatatkan total 3.353.540 user rekening dengan volume transaksi sebesar Rp548.199.000.000 atau sekitar Rp548,2 miliar,” ujar Riza Pahlevi dalam kegiatan ramah-tamah bersama media di Gedung Regional Office (RO) Makassar, Jumat (16/10/2026).


Capaian tersebut menggambarkan pemanfaatan layanan digital BRI di wilayah kerja Regional Office 15 Makassar, yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.


Melalui akses yang praktis, BRImo membantu nasabah memenuhi beragam kebutuhan transaksi tanpa harus selalu mengunjungi kantor cabang. Hal ini sekaligus menjadi peluang bagi BRI untuk terus memperluas penggunaan layanan keuangan digital di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transaksi yang cepat dan efisien.


Riza menambahkan, capaian tersebut menjadi momentum bagi BRI untuk terus mendorong pemanfaatan fitur BRImo secara optimal, memperluas adopsi transaksi digital, serta meningkatkan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan digital untuk aktivitas sehari-hari.


Fitur Unggulan BRImo untuk Aktivitas Sehari-hari

BRImo menghadirkan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan transaksi masyarakat. Berikut sejumlah layanan unggulannya.


1. Transfer Dana, Praktis untuk Berbagai Kebutuhan

Fitur transfer memudahkan nasabah mengirim uang ke sesama rekening BRI maupun rekening bank lain. Layanan transfer antarbank melalui BI-FAST juga tersedia sesuai ketentuan yang berlaku.


Fitur ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengirim uang kepada keluarga hingga menyelesaikan pembayaran kepada rekan usaha.


2. QRIS, Pembayaran Digital dalam Satu Genggaman

Melalui fitur QRIS BRImo, nasabah dapat melakukan pembayaran dengan memindai kode QR pada merchant yang menerima QRIS. Transaksi menjadi lebih praktis tanpa harus menyiapkan uang tunai.


BRImo juga menyediakan layanan QRIS lainnya, seperti QRIS Transfer dan QRIS Tampil, serta QRIS Tap pada perangkat dan merchant yang mendukung.


Kemudahan ini relevan bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat perbelanjaan, restoran, kedai, maupun berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


3. Pembelian dan Pembayaran Tagihan

BRImo membantu nasabah memenuhi kebutuhan rutin melalui pembelian pulsa, paket data, token listrik, pengisian saldo dompet digital, serta pembayaran berbagai tagihan yang tersedia.


Dengan beragam pilihan layanan tersebut, nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi melalui satu aplikasi.


4. Pembukaan Rekening Secara Digital

Calon nasabah dapat memanfaatkan fasilitas pembukaan rekening secara digital untuk produk yang tersedia di BRImo.


Layanan ini memberikan alternatif praktis bagi masyarakat yang ingin mulai menggunakan layanan perbankan BRI melalui smartphone, dengan tetap mengikuti persyaratan dan tahapan verifikasi yang berlaku.


5. Investasi dan Pengelolaan Keuangan

BRImo turut mendukung kebutuhan finansial jangka panjang melalui pilihan produk investasi yang tersedia, seperti deposito, Surat Berharga Negara (SBN), dan layanan investasi lainnya sesuai ketentuan.


Selain itu, informasi saldo dan mutasi transaksi membantu nasabah memantau aktivitas keuangan serta mengelola pengeluaran secara lebih terencana.


Edukasi Digital untuk Mendorong Pemanfaatan BRImo

Untuk memperluas pemanfaatan BRImo, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting. Fitur transfer, QRIS, serta pembelian dan pembayaran tagihan dapat menjadi fokus utama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan transaksi sehari-hari.


Pengenalan fitur dapat dilakukan melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, promosi, maupun aktivitas bersama merchant. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal BRImo sebagai aplikasi untuk transfer dana, tetapi juga memahami beragam layanan digital yang tersedia di dalamnya.


Edukasi yang berkelanjutan juga penting untuk meningkatkan pemahaman nasabah mengenai keamanan transaksi digital, termasuk menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP serta tidak membagikan informasi perbankan kepada pihak lain.


BRImo, Mitra Transaksi Digital Masyarakat Makassar

Dengan layanan yang terintegrasi, BRImo menjadi bagian dari transformasi digital BRI dalam menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin praktis dan mudah diakses.


Capaian kinerja hingga minggu pertama Oktober 2026 menjadi salah satu gambaran pemanfaatan layanan digital BRI di wilayah Regional Office 15 Makassar, seiring dengan berkembangnya kebutuhan transaksi masyarakat.


Ke depan, penguatan edukasi, optimalisasi fitur, dan perluasan ekosistem transaksi digital diharapkan semakin mendekatkan BRImo dengan aktivitas masyarakat.


Dengan tetap mengutamakan keamanan dalam bertransaksi, BRImo hadir sebagai solusi finansial digital yang mendukung kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi secara praktis, efisien, dan mudah melalui satu genggaman.



BRImo, Solusi Finansial Digital yang Dekat dengan Masyarakat


 

KENDARI, - Hotspotsultra.com – Penanganan perkara dugaan korupsi belanja jamuan makan dan minum di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terus menjadi perhatian publik. Perkembangan kasus ini ditandai dengan penetapan sejumlah tersangka, termasuk pejabat yang pernah menduduki posisi strategis di lingkungan pemerintahan daerah.


Nama Asrun Lio, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara, menjadi salah satu pihak yang terseret dalam perkara tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, penyidik juga menetapkan JI, yang disebut pernah menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Biro Umum Sekretariat Daerah Sultra periode 2020–2024.


Perkembangan terbaru yang di kabrkan pada 20 Oktober 2026 turut menyebut nama Abdul Rajab, Kepala Biro Ekonomi Setda Sultra, yang dilaporkan ditetapkan sebagai tersangka baru. Ia juga diberitakan menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan.


Perkara ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan belanja jamuan makan dan minum pada tahun anggaran 2022–2023. Nilai dugaan kerugian keuangan negara yang disebut dalam pemberitaan mencapai sekitar Rp4,23 miliar. Angka tersebut tetap perlu merujuk pada hasil perhitungan dan keterangan resmi aparat penegak hukum.


Bertambahnya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka memunculkan perhatian terhadap proses pengelolaan anggaran di lingkungan Pemprov Sultra. Publik tentu berharap penyidikan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah, sehingga seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara terang benderang.


Kasus Dugaan Korupsi Jamuan Makan dan Minum Pemprov Sultra Berkembang, Tiga Orang Terseret Jadi Tersangka