Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog

KOMADA SULTRA Tantang PT GAP dan Pemda: Air Bendungan Watumbohoti Keruh, Penegakan Hukum Jangan Berhenti pada Klarifikasi


KONAWE SELATAN, - SULAWESI TENGGARA – hotspotsultra.com – Konsorsium Mahasiswa dan Aktivis Sulawesi Tenggara (KOMADA SULTRA) menyatakan siap mengawal keluhan masyarakat Desa Watumbohoti, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, terkait kondisi air bendungan yang dilaporkan keruh kecokelatan serta dugaan terganggunya jaringan irigasi pertanian.


Komitmen tersebut disampaikan Muh Syaiful Haq Tasmuin, Menteri Kajian dan Isu Strategis KOMADA SULTRA, saat diwawancarai pada Sabtu (17/10/2026). Dalam aktivitas gerakan mahasiswa, ia juga menjabat sebagai Ketua BEM Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).


Muh Syaiful menegaskan, persoalan yang menyangkut sumber air dan jaringan irigasi masyarakat tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, keluhan warga harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung di lapangan, pengujian kualitas air, serta keterbukaan informasi dari pihak-pihak yang berwenang.


“KOMADA SULTRA siap berdiri di garis depan untuk mengawal persoalan ini. Kami akan turun langsung ke lapangan, meminta penjelasan PT Generasi Agung Perkasa (PT GAP), serta mendesak instansi terkait agar persoalan ini ditangani secara serius,” tegasnya.


KOMADA SULTRA Siap Kawal Dugaan Dampak Lingkungan

Muh Syaiful menyampaikan bahwa persoalan air bendungan dan irigasi di Watumbohoti membutuhkan pembuktian secara objektif. Dugaan keterkaitan aktivitas PT GAP dengan perubahan kondisi air, menurutnya, harus ditelusuri melalui investigasi dan pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.


Ia menyebut KOMADA SULTRA telah memiliki bukti yang, menurut pihaknya, dapat diuji. Namun, hubungan antara aktivitas perusahaan dan kondisi air bendungan tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis serta pengujian kualitas air oleh pihak berwenang atau lembaga independen yang kompeten.


“Kami tidak ingin masyarakat terus berada dalam ketidakpastian. Jika ada dugaan persoalan lingkungan, harus ada pemeriksaan yang transparan. Jangan sampai keluhan masyarakat dibiarkan tanpa jawaban yang jelas,” ujarnya.


KOMADA SULTRA juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pemerintah daerah segera turun ke lapangan untuk mengambil sampel air, memeriksa kondisi saluran irigasi, serta menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada masyarakat.


Pemerintah Daerah Diminta Tidak Tutup Mata

Muh Syaiful turut menyoroti pentingnya pengawasan lingkungan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, pengawasan tidak semestinya baru dilakukan setelah suatu persoalan menjadi perhatian publik, tetapi harus berjalan sejak munculnya indikasi awal gangguan lingkungan.


Ia menilai, apabila pengawasan belum berjalan secara memadai, instansi terkait perlu memberikan penjelasan sekaligus menunjukkan langkah konkret yang telah dan akan dilakukan.


KOMADA SULTRA menyatakan akan meminta klarifikasi resmi, mendesak keterbukaan hasil pemeriksaan, serta menyampaikan laporan dan tuntutan tertulis kepada instansi berwenang. Apabila tidak terdapat tindak lanjut yang memadai, organisasi tersebut mempertimbangkan pengaduan melalui jalur resmi dan aksi penyampaian aspirasi secara damai.


“Kami akan mendesak DLH dan pemerintah daerah agar tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Harus ada tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan atau janji,” tegas Muh Syaiful.


Jika Terbukti Melanggar, Penegakan Hukum Harus Dilakukan

Muh Syaiful menegaskan, KOMADA SULTRA siap mendorong penegakan hukum dan pemulihan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran yang didukung bukti memadai.


“Kami tidak ingin persoalan ini hanya berhenti pada klarifikasi. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pencemaran atau kerusakan lingkungan akibat kegiatan perusahaan, kami siap mendesak pihak terkait melakukan penegakan hukum dan pemulihan lingkungan,” ujarnya.


Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh proses penanganan harus bertumpu pada bukti dan hasil pemeriksaan yang sah. Dengan demikian, persoalan tersebut dapat ditangani secara objektif tanpa membangun kesimpulan prematur mengenai pihak yang bertanggung jawab.




Nasib Petani Watumbohoti Menjadi Perhatian

Persoalan air bendungan dan irigasi bukan hanya menyangkut kondisi fisik lingkungan, tetapi juga keberlangsungan kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian.


Kualitas dan ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan serta menopang perekonomian keluarga petani. Apabila jaringan irigasi benar-benar terganggu, petani berpotensi menghadapi kesulitan memperoleh pasokan air yang memadai untuk lahan pertanian mereka.


Karena itu, KOMADA SULTRA menilai kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam pengawasan kegiatan usaha di sekitar wilayah tersebut.


Muh Syaiful menegaskan bahwa investasi seharusnya berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap hak masyarakat.


“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Investasi harus berjalan sesuai aturan, dengan memperhatikan lingkungan dan kepentingan warga di sekitar wilayah kegiatan,” katanya.


Ia menambahkan, KOMADA SULTRA akan terus mengawal persoalan Watumbohoti hingga terdapat kejelasan mengenai penyebab perubahan kondisi air, keadaan jaringan irigasi, serta langkah penanganan yang diperlukan.


KOMADA: Pengawalan Tidak Boleh Berhenti pada Pernyataan


Muh Syaiful menegaskan, komitmen KOMADA SULTRA dalam mengawal persoalan tersebut tidak akan berhenti pada pernyataan di hadapan media. Pihaknya menyatakan akan mendorong penyampaian laporan resmi dan langkah advokasi kepada instansi yang memiliki kewenangan.


Ia juga meminta seluruh pihak terkait menunjukkan tanggung jawab melalui tindakan konkret yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


“Kami tidak ingin hadir hanya ketika persoalan menjadi sorotan, lalu menghilang ketika perhatian publik mereda. Masyarakat tidak hanya membutuhkan suara yang membela mereka, tetapi juga proses perjuangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Menurutnya, persoalan Watumbohoti harus diselesaikan melalui pembuktian yang jelas, pengawasan transparan, dan langkah pemulihan apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kerusakan lingkungan.




Kini, tindak lanjut Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, dan PT GAP menjadi perhatian dalam menjawab keluhan masyarakat. Pemeriksaan kualitas air, evaluasi kondisi irigasi, serta keterbukaan hasil pemeriksaan merupakan langkah penting untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, termasuk apakah terdapat pelanggaran lingkungan dan pihak yang harus bertanggung jawab.


Bagi masyarakat Desa Watumbohoti, yang dibutuhkan bukan sekadar janji pengawasan, melainkan kepastian mengenai kondisi sumber air, perlindungan lahan pertanian, dan penyelesaian yang dapat dibuktikan.


KOMADA SULTRA menyatakan siap mengawal proses tersebut hingga persoalan memperoleh kejelasan dan langkah penanganan yang diperlukan dapat dilaksanakan.


Ruang Konfirmasi dan Hak Jawab

Hingga berita ini disusun, uraian mengenai dugaan keterkaitan aktivitas PT GAP dengan kondisi air bendungan masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis dan pengujian kualitas air. Klarifikasi dari PT GAP, DLH, serta pemerintah daerah diperlukan untuk memperoleh informasi yang berimbang. Redaksi hotspotsultra.com membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

KOMADA SULTRA Tantang PT GAP dan Pemda: Air Bendungan Watumbohoti Keruh, Penegakan Hukum Jangan Berhenti pada Klarifikasi

Jaga Kebugaran Fisik, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Gelar Lari Pagi


MUNA – hotspotsultra.com - Dalam upaya menjaga kebugaran dan stamina personel, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1416/Muna melaksanakan kegiatan lari pagi sambil menyapa masyarakat. Senin, 19/10/2026


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) Satgas TMMD, Kapten Kav Edi Sabara. Para personel menempuh rute lari sejauh kurang lebih 5 kilometer.


Kapten Kav Edi Sabara menjelaskan, kegiatan lari pagi bertujuan menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan daya tahan fisik personel agar tetap prima dalam menjalankan tugas.


“Yang pertama, lari pagi ini untuk menjaga kebugaran personel Satgas. Selain itu, kegiatan ini juga membantu membakar kalori sehingga kondisi fisik anggota tetap terjaga dan prima,” jelasnya.


Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara personel Satgas TMMD dan masyarakat. Di sepanjang rute, para personel menyempatkan diri menyapa warga yang mereka temui.

Kehadiran personel Satgas TMMD mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Suasana semakin semarak ketika para personel berlari sambil menyanyikan lagu-lagu penyemangat.


Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna tidak hanya berupaya menjaga kesehatan dan kebugaran personel, tetapi juga membangun kedekatan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


(Pen)

Jaga Kebugaran dan Semangat Pengabdian, Satgas TMMD Kodim 1416/Muna Lari Pagi

BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih


Hotspotsultra.com - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa dan kelurahan.


Untuk mendukung peran tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat akses layanan keuangan serta sinergi dengan pemerintah dalam pengembangan ekosistem koperasi.


Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi BRI dalam kegiatan Sinergi Penguatan KDKMP untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional yang melibatkan pengelola koperasi dan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, serta Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (15/10).


Di Lampung Selatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf, SEVP Institutional Business BRI Suyitno, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi, serta Deputi Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat Kemensetneg Johar Arifin mengunjungi KDKMP Desa Bumisari, Kecamatan Natar.


Dalam kegiatan tersebut, BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli turut menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Bumisari.


Sementara itu, di Kabupaten Nganjuk, Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris mengunjungi KDKMP Sambiroto, KDKMP Nglawak, dan KDKMP Garu.


Dalam rangkaian kunjungan tersebut, perwakilan BUMN bersama para menteri meninjau secara langsung ketersediaan stok di gudang, barang yang dipajang di rak, serta transaksi di kasir. Mereka juga mendengarkan masukan masyarakat terkait harga barang dan kualitas pelayanan koperasi.


Kunjungan tersebut bertujuan memastikan berbagai temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Koperasi, Agrinas, serta BUMN pemasok. Dengan demikian, penyaluran barang bersubsidi diharapkan berjalan sesuai ketentuan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa KDKMP merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa.


"Tujuannya agar desa memiliki pusat pertumbuhan ekonomi sehingga bisa semakin maju dan berkembang. Koperasi ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para wirausaha muda serta berperan sebagai entrepreneur. Di sisi lain, KDKMP juga berperan sebagai offtaker yang menyerap hasil panen petani sehingga mampu menjaga kestabilan harga," ujar Zulkifli Hasan.


BRI Optimalkan Layanan Keuangan melalui BRILink Agen

Dalam mendukung pengembangan ekosistem KDKMP, BRI mengambil peran melalui penyediaan layanan perbankan yang terintegrasi dengan aktivitas koperasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan jaringan BRILink Agen untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.


Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP melalui penguatan akses layanan keuangan yang mudah dijangkau masyarakat.


"Kami mendukung KDKMP dengan menghadirkan akses layanan keuangan yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Melalui KDKMP yang memiliki BRILink Agen, masyarakat dapat bertransaksi, menabung, hingga mengembangkan usaha melalui fasilitas pinjaman," ujar Dippo.


Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan transaksi keuangan, mulai dari setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga pembelian produk dan layanan tertentu.


Selain itu, jaringan BRILink Agen dapat mendukung perluasan akses terhadap produk simpanan dan pembiayaan BRI melalui mekanisme rujukan (referral) sesuai ketentuan yang berlaku.


BRI juga menyediakan layanan cash pick-up atau penjemputan uang tunai serta ekosistem pembayaran menggunakan QRIS bagi merchant untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan akses keuangan masyarakat di wilayah pedesaan.


Ke depan, BRI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan KDKMP.


Melalui perluasan akses layanan keuangan, penguatan transaksi, serta dukungan terhadap aktivitas usaha produktif, BRI berupaya mendorong koperasi agar mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.


Sebagai informasi, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan pemerintah yang melibatkan 19 menteri, wakil menteri, dan pimpinan lembaga ke 107 KDKMP di tujuh provinsi.


Seiring rampungnya pembangunan 27.894 bangunan KDKMP, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Fokusnya antara lain pada penyediaan barang bersubsidi, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), MinyaKita, LPG 3 kilogram, serta pupuk bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.

BRI Perluas Akses Keuangan, Koperasi Desa Kian Berdaya


 

SMAN 10 Konawe Selatan dan Dua SD Negeri di Angata Diduga Keracunan Makanan Program MBG

 

KONAWE SELATAN - hotspotsultra.com - Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Konawe Selatan. Kali ini menimpa siswa SMA Negeri 10 Konawe Selatan serta sejumlah siswa dari dua Sekolah Dasar Negeri di wilayah Kecamatan Angata, Rabu (14/10/2026).

 

Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Konawe Selatan, LIY, menyampaikan bahwa gejala pertama dirasakan siswa sejak hari sebelumnya, usai menyantap makanan dari dapur program Makan Bergizi Gratis. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

 

"Kejadiannya mulai kemarin. Setelah pulang ke rumah, anak-anak mulai mengeluh pusing," ujarnya.

 

Kondisi memburuk pada Rabu pagi. Puluhan siswa mengalami sakit perut dan diare. Tidak hanya di SMA Negeri 10, sejumlah siswa SD Negeri di Angata juga mengalami keluhan serupa dan kini menjalani perawatan di Puskesmas Angata.

 

"Anak-anak kami bolak-balik ke kamar mandi dan sakit perut. Itu pengaruh makan MBG kemarin, dan dampaknya terasa hari ini. Untuk penyaluran hari ini, saya tolak," tegas LIY, Kepala Sekolah SMAN 10 Konawe Selatan.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi maupun Dinas Kesehatan terkait penyebab pasti terjadinya dugaan keracunan ini. Redaksi akan terus memantau perkembangan situasi.

 

 

SMAN 10 Konawe Selatan dan Dua SD Negeri di Angata Diduga Keracunan Makanan Program MBG

BRI Kembali Jadi Merek Terkuat di Indonesia, Nilai Merek Capai USD 6,9 Miliar


HOTSPOTSULTRA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun berturut-turut. Berdasarkan laporan Brand Finance Indonesia 100 2026 yang dirilis konsultan valuasi merek global Brand Finance, BRI menempati peringkat pertama dengan nilai merek (brand value) mencapai USD 6,9 miliar.


Pencapaian ini menegaskan konsistensi BRI dalam menjaga kekuatan merek di tengah dinamika perekonomian global dan meningkatnya persaingan industri jasa keuangan. Posisi tersebut didukung oleh ketahanan bisnis perbankan ritel, kebutuhan pembiayaan mikro, perumahan dan konsumer, serta luasnya jaringan layanan BRI.


Selain itu, peran BRI dalam memperluas inklusi keuangan turut menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi perseroan sebagai merek paling bernilai di Indonesia.


Dalam laporan yang sama, 100 merek paling bernilai di Indonesia tercatat memiliki total nilai gabungan sebesar USD 44,8 miliar. Sektor perbankan berkontribusi sebesar 45% terhadap keseluruhan nilai tersebut.


Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan pengakuan atas konsistensi perseroan dalam membangun bisnis berkelanjutan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun berturut-turut merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi BRI. Bagi kami, kekuatan sebuah merek terutama dibangun melalui kepercayaan nasabah, kualitas layanan, serta kemampuan perusahaan dalam memberikan nilai tambah secara konsisten. Pengakuan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kontribusi bagi perekonomian nasional,” ujar Dhanny.


BRI Raih Sustainability Perceptions Value Tertinggi


Tak hanya unggul dalam nilai merek, BRI juga mencatatkan pencapaian penting di bidang keberlanjutan. Brand Finance menempatkan BRI sebagai merek dengan Sustainability Perceptions Value (SPV) tertinggi di Indonesia, dengan nilai mencapai USD 328 juta.


Indikator tersebut menggambarkan nilai yang berkaitan dengan persepsi publik terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan dalam membentuk nilai merek secara keseluruhan. Capaian ini menunjukkan bahwa reputasi keberlanjutan menjadi salah satu komponen penting dalam memperkuat nilai merek BRI.


Bagi BRI, keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis jangka panjang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pembiayaan berkelanjutan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan inklusi keuangan, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas perusahaan.


Dhanny menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan kewajiban kepatuhan atau pelaporan ESG, melainkan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang.


“Bagi BRI, keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan ataupun pelaporan ESG, melainkan bagian dari strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkualitas harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, penguatan inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, serta penerapan tata kelola yang baik akan terus menjadi prioritas BRI,” tegas Dhanny.


(**) 


Baca Juga Berita Lainnya

Rekening Emas BRImo Melejit 1.004 Persen, Investasi Digital Kian Diminati

BRI Pertahankan Takhta Merek Terkuat di Indonesia, Nilai Tembus USD 6,9 Miliar

KJI Hadir di Sultra, Usman, SP Dipercaya sebagai Ketua


KENDARI, - HOTSPOTSULTRA.COM - Usman, SP terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Terpilihnya Usman menjadi momentum awal kehadiran organisasi tersebut di Bumi Anoa sekaligus langkah untuk memperluas jaringan dan memperkuat kolaborasi antarjurnalis.


Kehadiran KJI di Sulawesi Tenggara diharapkan dapat menjadi wadah bagi insan pers untuk membangun komunikasi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat komitmen terhadap praktik jurnalistik yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.


Terpilihnya Usman, SP secara aklamasi juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pembentukan dan pengembangan organisasi KJI di wilayah Sulawesi Tenggara.


Ke depan, KJI diharapkan mampu mendorong sinergi antarjurnalis, menjadi ruang bertukar gagasan, serta meningkatkan kapasitas wartawan dalam menghadapi perkembangan dunia media yang semakin dinamis.


Selain itu, kehadiran organisasi ini diharapkan dapat memperkuat peran pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.


Dengan terpilihnya Usman, SP sebagai ketua, KJI Sultra diharapkan dapat membangun organisasi yang profesional, solid, dan berintegritas, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia pers di Sulawesi Tenggara.


(**)

KJI Hadir di Sultra, Usman, SP Dipercaya sebagai Ketua

Suami Tikam Istri hingga Tewas di Konsel, Diduga Dipicu Cemburu


KONSEL - Hotspotsultra.com - Peristiwa tragis terjadi di Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/10/2026) dini hari.


Seorang perempuan berinisial DPS (25) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penikaman yang dilakukan suaminya sendiri, K (31). Polisi sementara menduga tindakan tersebut dipicu persoalan rumah tangga dan kecemburuan.


Kasatreskrim Polres Konawe Selatan, AKP Taufik Hidayat, menyebut motif awal yang didalami penyidik berkaitan dengan rasa cemburu pelaku terhadap korban.


“Motifnya sementara ini karena pelaku cemburu,” kata Taufik, sebagaimana dikutip dari keterangan yang diberitakan sejumlah media, Selasa (6/10/2026).


Berawal dari Acara Lulo


Rangkaian persoalan antara pasangan suami istri tersebut disebut bermula pada Sabtu (3/10/2026). Saat itu, K mengajak istrinya menghadiri pesta pernikahan di wilayah Kecamatan Tinanggea.


Namun, ajakan tersebut ditolak korban. Belakangan, K mendapat informasi bahwa istrinya tetap menghadiri acara tersebut dan mengikuti kegiatan lulo tanpa sepengetahuannya.


Pelaku yang saat itu bekerja di wilayah Konawe Utara kemudian memutuskan pulang ke rumah pada Minggu (4/10/2026).


Korban baru tiba di rumah sekitar pukul 15.00 Wita. Kedatangan korban kemudian diwarnai pertengkaran dengan pelaku.


Dalam situasi tersebut, K disebut sempat melakukan kekerasan terhadap korban dengan memukul bagian kepala korban yang masih mengenakan helm.


Pertengkaran Berlanjut hingga Dini Hari


Perselisihan kembali terjadi pada Senin (5/10/2026) malam hingga memasuki Selasa dini hari.


Sekitar pukul 03.00 Wita, pelaku disebut terbangun setelah mendengar telepon seluler korban. Pelaku kemudian mempertanyakan aktivitas korban menggunakan ponsel.


Situasi semakin memanas setelah pelaku menduga korban tengah berkomunikasi dengan pria lain. Polisi masih mendalami secara menyeluruh percakapan maupun persoalan yang menjadi pemicu pertengkaran tersebut.


Tidak lama kemudian, pelaku diduga menuju dapur dan mengambil sebilah pisau.


Pelaku selanjutnya kembali ke kamar dan menyerang korban menggunakan senjata tajam tersebut. Korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.


Pelaku Diamankan Polisi


Usai kejadian, sekitar pukul 04.30 Wita, pelaku disebut meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor.


Petugas kemudian melakukan pencarian. Sekitar pukul 07.20 Wita, Tim URC Alpha Polres Konawe Selatan bersama personel Satreskrim Polres Kendari dan Polsek Moramo berhasil mengamankan pelaku.


K kemudian dibawa ke Polres Konawe Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau dapur dan satu unit telepon seluler Android merek Vivo Y16 warna hitam.


Penyidik Polres Konawe Selatan masih mendalami motif serta seluruh rangkaian kejadian yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.


Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Ranooha Raya. Sementara itu, situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.


Suami Tikam Istri hingga Tewas di Konsel, Diduga Dipicu Cemburu