Konut, - hotspotsultra.com - Warga Desa Oheo Trans, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dikejutkan oleh peristiwa menegangkan yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) dini hari. Seorang bocah perempuan dilaporkan nyaris kehilangan nyawa setelah seekor ular piton berukuran besar masuk ke dalam rumah dan melilit tubuh korban saat sedang beristirahat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dan langsung memicu kepanikan keluarga serta warga sekitar. Menurut informasi yang beredar, ular tersebut diduga masuk melalui celah rumah dan menyerang korban tanpa disadari. Kejadian ini menjadi perhatian luas masyarakat karena berlangsung di area permukiman yang selama ini dianggap relatif aman.
Informasi awal mengenai insiden tersebut menyebar luas setelah sebuah akun media sosial bernama Nilam membagikan kronologi singkat kejadian. Unggahan tersebut dengan cepat viral dan menuai beragam respons dari warganet, terutama terkait meningkatnya ancaman hewan liar di wilayah permukiman penduduk.
Korban dilaporkan mengalami luka serius akibat lilitan ular serta trauma berat. Setelah berhasil dievakuasi oleh keluarga dan warga, korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Hingga kini, pihak keluarga masih fokus pada proses pemulihan korban dan belum memberikan keterangan lebih lanjut ke publik.
Pihak Kepolisian Resor Konawe Utara melalui Humas Polres membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Aparat kepolisian menyatakan bahwa peristiwa itu benar terjadi dan telah mendapat penanganan awal. Meski demikian, kepolisian belum merinci lebih jauh mengenai ukuran pasti ular maupun kronologi teknis secara detail, mengingat fokus utama saat ini adalah keselamatan korban.
Keributan Malam Hari di ICP Unaaha, Polisi Tangani Dugaan Pemukulan terhadap Perempuan
Menurut keterangan sementara, keberadaan ular piton di sekitar permukiman diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar desa yang masih berdekatan dengan kawasan hutan dan lahan terbuka. Faktor cuaca, ketersediaan mangsa, serta perubahan habitat juga disebut berpotensi mendorong hewan liar masuk ke wilayah pemukiman warga.
Peristiwa ini menambah daftar kasus konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi di wilayah Konawe Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah laporan mengenai kemunculan ular di kebun, pekarangan, hingga rumah warga kerap terjadi, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan alami.
Pemerintah desa dan aparat setempat diharapkan meningkatkan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko serupa. Edukasi kepada masyarakat mengenai kewaspadaan terhadap hewan liar, perbaikan struktur rumah agar tidak mudah dimasuki satwa, serta pelaporan cepat jika menemukan keberadaan ular dinilai sangat penting.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tidak bertindak sendiri jika menemukan ular berukuran besar. Warga disarankan segera menghubungi aparat desa, petugas pemadam kebakaran, atau pihak berwenang yang memiliki keahlian dalam penanganan satwa liar, guna menghindari risiko cedera atau korban jiwa.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan, khususnya saat malam hari. Lingkungan yang aman dan kesiapsiagaan bersama dinilai menjadi kunci untuk mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih dalam perawatan medis, sementara situasi di Desa Oheo Trans dilaporkan telah kembali kondusif. Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat terus memantau perkembangan serta mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi ancaman hewan liar di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.



Tidak ada komentar