KENDARI – hotspotsultra.com - Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Goju Ryu Karate-Do Association Indonesia (Goju Ass) Sulawesi Tenggara resmi terbentuk untuk masa bakti 2026–2030. Organisasi karate aliran Goju Ryu tersebut dinahkodai oleh Hedianto Ismail sebagai ketua, hasil musyawarah para praktisi dan pemerhati karate yang digelar di Kota Kendari.
Pembentukan kepengurusan ditetapkan melalui forum musyawarah yang berlangsung di Meeting Room Prawira Billiard & Caffe pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pelatih, karateka, serta perwakilan dojo yang selama ini mengembangkan aliran Goju Ryu di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
Proses pemilihan pengurus berjalan secara demokratis dan mengedepankan semangat kebersamaan. Para peserta forum sepakat membentuk struktur organisasi yang diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan karate tradisional yang lebih terarah dan berkelanjutan di daerah.
Ketua Pengprov Goju Ass Sultra terpilih, Hedianto Ismail, menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 akan memprioritaskan penguatan fondasi organisasi sekaligus peningkatan kualitas pembinaan atlet dan pelatih.
Menurutnya, keberadaan organisasi tingkat provinsi penting untuk menyatukan visi, standar latihan, serta kurikulum teknik agar selaras dengan karakter asli Goju Ryu yang berakar dari tradisi Okinawa, Jepang.
“Fokus utama kami adalah pembinaan karate tradisional Goju Ryu, konsolidasi organisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik pelatih maupun atlet. Kami juga ingin memastikan nilai-nilai budo atau etika bela diri tetap menjadi jiwa dalam setiap proses latihan,” ujar Hedianto.
Ia menjelaskan bahwa Goju Ryu dikenal sebagai aliran karate yang memadukan prinsip keras (go) dan lembut (ju). Perpaduan tersebut tercermin dalam teknik pukulan dan tangkisan yang tegas namun tetap mengandalkan kontrol pernapasan dan kelenturan tubuh.
“Teknik Goju Ryu menekankan pengaturan napas, stabilitas kuda-kuda, serta kombinasi serangan keras dan lembut. Tujuannya bukan hanya kemampuan bertarung, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan pengendalian diri,” katanya.
Ke depan, Pengprov Goju Ass Sultra menargetkan terbentuknya jaringan dojo yang lebih luas di kabupaten dan kota. Langkah ini dinilai penting untuk membuka akses latihan bagi generasi muda sekaligus menjaring bibit atlet potensial sejak usia dini.
Selain pembinaan teknik, program kerja juga diarahkan pada pelatihan wasit dan pelatih bersertifikat, penyelenggaraan ujian kenaikan tingkat secara berkala, serta partisipasi dalam kejuaraan resmi di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).
Goju Ryu Karate-Do Association Indonesia sendiri merupakan salah satu perguruan karate aliran Goju Ryu yang diakui secara resmi oleh FORKI. Dengan pengakuan tersebut, aktivitas organisasi di daerah memiliki landasan legal untuk mengikuti agenda kompetisi dan pembinaan karate nasional.
Pengurus yang baru terbentuk diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara dojo-dojo lokal dengan struktur organisasi di tingkat nasional, sehingga standar teknik dan administrasi dapat berjalan seragam.
Pembentukan Pengprov ini juga dipandang sebagai momentum untuk memperkuat kontribusi cabang olahraga karate terhadap pembinaan olahraga prestasi di Sulawesi Tenggara. Tidak hanya menargetkan medali, organisasi ini ingin melahirkan karateka yang berkarakter dan menjunjung tinggi sportivitas.
Para peserta musyawarah menilai, keberadaan wadah resmi tingkat provinsi akan memudahkan koordinasi kegiatan seperti pelatihan bersama, seminar teknik, hingga pertukaran pelatih antar daerah.
Dengan struktur kepengurusan yang telah terbentuk, Pengprov Goju Ryu Karate-Do Association Indonesia Sultra diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan karate tradisional yang profesional, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi masyarakat olahraga dalam membangun generasi muda yang sehat, disiplin, serta memiliki mental tangguh melalui latihan bela diri karate.



Tidak ada komentar