Konawe – hotspotsultra.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe, yang sebelumnya diresmikan Presiden RI sebagai salah satu rumah sakit berstandar bintang lima, kini tengah menghadapi persoalan serius terkait pelayanan kesehatan. Kekosongan obat yang terjadi berulang kali membuat pasien dan keluarga harus menebus obat secara mandiri di luar rumah sakit, bahkan sampai ke luar kabupaten.
Salah satu keluarga pasien, Andri, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi ini. Ia menilai pihak manajemen RSUD tidak memprioritaskan ketersediaan obat-obatan vital.
“Bagaimana jika pasien dalam kondisi koma sementara keluarganya masih mencari obat di luar? Ini harus segera disikapi oleh Direktur Rumah Sakit, Dokter Romi, dan Bupati Konawe tidak boleh tutup telinga,” tegasnya.
Kekosongan Obat Berlangsung Sejak Masa Pandemi
Humas RSUD Konawe, dr. Abdi, membenarkan bahwa persoalan kekosongan obat sebenarnya telah berlangsung sejak masa pandemi Covid-19. Menurutnya, masalah tersebut berkaitan langsung dengan penumpukan utang rumah sakit kepada perusahaan penyedia obat.
“Pihak perusahaan tentu tidak akan memberikan obat jika pembayaran sebelumnya belum diselesaikan,” ungkap dr. Abdi.
Utang RSUD Mencapai Lebih dari Rp2 Miliar
Melalui keterangan resmi yang disampaikan Humas BLUD RSUD Konawe, Direktur RSUD Konawe dr. Romi mengakui bahwa rumah sakit memiliki utang yang mencapai lebih dari Rp2 miliar. Kondisi ini memicu sejumlah supplier lama menolak memasok obat sebelum pelunasan.
Sebagai langkah sementara, pihak rumah sakit menerapkan mekanisme reimbursement atau pengembalian biaya obat kepada pasien yang harus membeli obat secara mandiri.
“Solusi saat ini adalah pengembalian uang obat. Beberapa jenis obat memang sedang kosong di perusahaan penyedia. Kami juga tengah mencari solusi dengan mengganti supplier,” jelas dr. Romi.
Mekanisme reimbursement tersebut, kata dia, sudah berjalan sejak April dan telah dikoordinasikan bersama BPJS. Keluarga pasien diminta membawa bukti pembelian obat ke ruang Humas untuk diproses lebih lanjut.
Kendala Anggaran Hambat Pelunasan Utang
Pihak RSUD menyebut persoalan keterlambatan suplai obat, terutama dari supplier baru yang banyak berasal dari luar daerah, turut memengaruhi kecepatan pelayanan. Informasi terkait masalah ini, menurut manajemen RSUD, telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah, DPRD, hingga Bupati Konawe.
Namun demikian, penyelesaian utang masih terhambat oleh keterbatasan anggaran sehingga kondisi kekosongan obat belum sepenuhnya teratasi.



Tidak ada komentar