BUTONUTARA – hotspotsultra.com - Isu keselamatan dan pembangunan infrastruktur kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Buton Utara. Dua tanjakan ekstrem di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, yakni Tanjakan Beau dan Tanjakan Walifuo, kini menjadi sorotan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kondisi jalan yang curam dan sempit di dua titik tersebut telah lama dikeluhkan warga. Saat musim hujan, badan jalan menjadi licin dan rawan tergelincir. Sebaliknya, ketika musim kemarau, debu tebal mengurangi jarak pandang pengendara. Situasi ini memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas berulang, mulai dari insiden ringan hingga kejadian yang berakibat fatal.
Masyarakat setempat bahkan menjuluki ruas tersebut sebagai “jalur rawan kecelakaan” karena tingginya risiko yang dihadapi pengguna jalan setiap hari. Ruas ini diketahui menjadi akses vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Kecamatan Kambowa dan sekitarnya.
Aspirasi Disampaikan ke Pemprov
Upaya mendorong percepatan perbaikan infrastruktur tersebut kembali dilakukan pada Kamis (26/02/2026). Seorang anggota legislatif daerah, Morgan, mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi perwakilan pemuda pemerhati jalan dari Kecamatan Bonegunu Jaya Sakti. Rombongan diterima oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas bersama jajaran kepala seksi terkait.
Dalam pertemuan itu, Morgan menekankan pentingnya peningkatan kualitas jalan di Kecamatan Kambowa, terutama pada dua tanjakan ekstrem yang dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pengendara.
Ia menyampaikan bahwa jika perbaikan tidak terealisasi tahun ini, maka sudah empat tahun berturut-turut wilayah tersebut tidak mendapatkan program peningkatan jalan dari pemerintah provinsi. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan masyarakat.
Respons Pemerintah Provinsi
Pihak dinas menyatakan akan meneruskan hasil pertemuan tersebut kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah. Selain dua tanjakan ekstrem di Desa Pongkowulu, pertemuan juga membahas kondisi lima jembatan yang dilaporkan mengalami kerusakan.
Beberapa jembatan diusulkan untuk segera masuk dalam agenda pemeliharaan, termasuk rencana perencanaan desain lantai jembatan berbahan baja guna meningkatkan daya tahan konstruksi. Namun demikian, realisasi program tetap menyesuaikan dengan ketersediaan serta alokasi anggaran tahun berjalan.
Pihak dinas menegaskan bahwa Kabupaten Buton Utara tetap menjadi bagian dari skala prioritas pembangunan infrastruktur provinsi. Meski begitu, tahapan pelaksanaan harus melalui proses administrasi dan teknis yang berlaku.
Harapan Warga dan Pentingnya Kolaborasi
Persoalan infrastruktur di wilayah kepulauan dan daerah berbukit seperti Buton Utara memang memerlukan perhatian khusus. Akses jalan yang aman dan layak dinilai menjadi faktor utama dalam menunjang pertumbuhan ekonomi lokal, distribusi logistik, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Kambowa berharap adanya kolaborasi yang solid antara unsur legislatif dan eksekutif, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Sinergi dinilai penting agar usulan pembangunan dapat dikawal secara berkelanjutan hingga tahap realisasi.
Selain itu, transparansi dalam proses perencanaan dan penganggaran juga menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Masyarakat berharap penanganan Tanjakan Beau dan Tanjakan Walifuo tidak lagi sebatas wacana, tetapi diwujudkan dalam bentuk perbaikan permanen yang berstandar keselamatan.
Dengan meningkatnya perhatian pemerintah provinsi terhadap persoalan ini, warga Desa Pongkowulu dan Kecamatan Kambowa kini menanti keputusan konkret yang dapat mengakhiri kekhawatiran mereka saat melintasi jalur tersebut.
Bagi masyarakat Buton Utara, perbaikan dua tanjakan ekstrem itu bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, melainkan tentang jaminan keselamatan dan kepastian akses yang lebih aman untuk masa depan.
Hendraone - RED



Tidak ada komentar