Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog

GAPS Pertanyakan Transparansi Penyidik Polresta Kendari, Dugaan Pemblokiran Kontak Penyidik Oleh Ilham Disorot Saat Pertanyakan Penanganan Dugaan Kasus Penyelundupan Pertamax di Pertamina Andonouhu Dekat Bundaran Tank Belum Transparan


KENDARI – hotspotsultra.com - Gerakan Aktivis Pemuda Sulawesi Tenggara (GAPS) mempertanyakan transparansi penanganan dugaan penyelundupan BBM non-subsidi jenis Pertamax di SPBU Bundaran Tank, Kota Kendari.


Ketua GAPS, Ilham, mengaku sebelumnya telah berkomunikasi dengan salah seorang penyidik Polresta Kendari. Dalam komunikasi pada 25 Juni 2026, penyidik disebut menyampaikan bahwa investigasi lapangan akan dilakukan pada 26 Juni 2026 setelah surat perintah mendapat persetujuan pimpinan.


Namun, saat kembali menghubungi penyidik untuk menanyakan perkembangan kasus, Ilham mengaku nomor WhatsApp miliknya diduga telah diblokir.


"Kami hanya ingin mengetahui perkembangan penyelidikan, tetapi komunikasi justru terputus. Kami sangat menyayangkan hal tersebut," ujar Ilham.


GAPS menilai kondisi itu tidak mencerminkan prinsip keterbukaan informasi publik. Organisasi tersebut juga meminta agar dugaan komunikasi tertutup antara oknum penyidik dan pihak SPBU diperiksa secara objektif, profesional, dan transparan.


GAPS mendesak Kapolresta Kendari memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penyelidikan serta memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, independen, dan transparan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polresta Kendari terkait pernyataan GAPS. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak kepolisian apabila telah diterima.

GAPS Pertanyakan Transparansi Penyidik Polresta Kendari, Dugaan Pemblokiran Kontak Penyidik Oleh Ilham Disorot Saat Pertanyakan Penanganan Dugaan Kasus Penyelundupan Pertamax di Pertamina Andonouhu Dekat Bundaran Tank Belum Transparan

GAPS Pertanyakan Transparansi Penyidik Polresta Kendari, Dugaan Pemblokiran Kontak Penyidik Oleh Ilham Disorot Saat Pertanyakan Penanganan Dugaan Kasus Penyelundupan Pertamax di Pertamina Andonouhu Dekat Bundaran Tank Belum Transparan


KENDARI – hotspotsultra.com - Gerakan Aktivis Pemuda Sulawesi Tenggara (GAPS) mempertanyakan transparansi penanganan dugaan penyelundupan BBM non-subsidi jenis Pertamax di SPBU Bundaran Tank, Kota Kendari.


Ketua GAPS, Ilham, mengaku sebelumnya telah berkomunikasi dengan salah seorang penyidik Polresta Kendari. Dalam komunikasi pada 25 Juni 2026, penyidik disebut menyampaikan bahwa investigasi lapangan akan dilakukan pada 26 Juni 2026 setelah surat perintah mendapat persetujuan pimpinan.


Namun, saat kembali menghubungi penyidik untuk menanyakan perkembangan kasus, Ilham mengaku nomor WhatsApp miliknya diduga telah diblokir.


"Kami hanya ingin mengetahui perkembangan penyelidikan, tetapi komunikasi justru terputus. Kami sangat menyayangkan hal tersebut," ujar Ilham.


GAPS menilai kondisi itu tidak mencerminkan prinsip keterbukaan informasi publik. Organisasi tersebut juga meminta agar dugaan komunikasi tertutup antara oknum penyidik dan pihak SPBU diperiksa secara objektif, profesional, dan transparan.


GAPS mendesak Kapolresta Kendari memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penyelidikan serta memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, independen, dan transparan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polresta Kendari terkait pernyataan GAPS. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak kepolisian apabila telah diterima.

Tidak ada komentar