KONAWE - hotspotsultra.com - Ketua Komite bersama sejumlah orang tua siswa dan masyarakat Desa Wawoone, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, menyatakan penolakan terhadap Kepala SD Negeri Wawoone, Rasniati, S.Pd., M.Pd., untuk tetap memimpin sekolah tersebut. Kamis, 7/5/2026
Pernyataan sikap itu dituangkan dalam surat resmi tertanggal 7 Mei 2026 yang ditandatangani Ketua Komite SD Negeri Wawoone, Ladawa. Selain surat pernyataan, sejumlah perwakilan masyarakat dan tenaga pendidik juga menyampaikan sikap mereka secara terbuka di lingkungan sekolah.
Dalam surat tersebut, masyarakat menyebut penolakan dilakukan berdasarkan aspirasi orang tua siswa, hasil pengamatan, serta berbagai persoalan yang dinilai terjadi selama kepemimpinan kepala sekolah.
Beberapa poin yang menjadi sorotan di antaranya dugaan kurang maksimalnya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah, jarangnya kepala sekolah berada di lingkungan sekolah sehingga pengawasan pendidikan dinilai tidak berjalan efektif, hingga dugaan pengabaian terhadap guru-guru dalam pelaksanaan tugas pendidikan dan pembinaan di sekolah.
Tidak hanya itu, masyarakat juga menyoroti dugaan keterlambatan maupun ketidaksesuaian pembayaran gaji guru honorer yang disebut tidak sesuai dengan laporan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dalam pernyataan tersebut juga disebut adanya dugaan ketidaksesuaian dan manipulasi laporan penggunaan Dana BOS yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi riil di sekolah. Selain itu, pihak komite menilai pengelolaan administrasi dan keuangan sekolah kurang terbuka dan tidak transparan.
“Berbagai persoalan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, orang tua siswa, dan tenaga pendidik di SD Negeri Wawoone,” demikian isi pernyataan sikap yang dibacakan pihak komite sekolah.
Atas dasar itu, masyarakat meminta Dinas Pendidikan dan pihak terkait segera melakukan evaluasi, pemeriksaan, serta mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga kualitas pendidikan di SD Negeri Wawoone.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah yang disebut dalam surat pernyataan tersebut belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi terkait berbagai tudingan yang disampaikan masyarakat dan komite sekolah.



Tidak ada komentar