Anggaran Rp 190 Juta Hanya Jadi "Tiang Mangkrak", Pembangunan Sanggar Seni Desa Anggadola Tuai Protes Warga.
KONAWE – hotspotsultra.com - Proyek pembangunan Gedung Sanggar Seni di Desa Anggadola, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 190.000.000,00 dari Dana Desa (DD) APBN Tahun Anggaran 2025 tersebut dianggap tidak wajar oleh masyarakat setempat. Selasa, 3/2/2026
Berdasarkan pantauan di lapangan, anggaran ratusan juta tersebut baru terealisasi dalam bentuk pondasi dan tiang beton yang kini kondisinya terlihat terbengkalai. Warga menilai progres fisik bangunan sangat minim jika dibandingkan dengan besarnya kucuran dana yang telah dialokasikan.
Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Teknis
Selain persoalan progres yang lambat, kualitas pengerjaan proyek yang dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Anggadola ini juga mulai diragukan. Ditemukan dugaan kuat bahwa jarak antar behel (tulangan besi) pada tiang beton tidak sesuai dengan gambar kerja atau spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
"Kami melihat ada keganjilan. Dengan dana hampir 200 juta, kok hasilnya cuma tiang-tiang begini? Belum lagi jarak besi (behel) yang kami duga dipasang asal-asalan dan tidak sesuai standar aturan bangunan," ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Detail Proyek yang Disorot:
Nama Kegiatan: Pembangunan Gedung Sanggar Seni
Lokasi: Dusun II / RT 003 Desa Anggadola
Volume: 1 Unit
Anggaran: Rp 190.000.000,00
Sumber Dana: Dana Desa (DD) APBN 2025
Pelaksana: Swakelola (TPK Desa Anggadola)
Masyarakat kini mendesak pihak Inspektorat Kabupaten Konawe maupun aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit dan turun ke lokasi guna memeriksa potensi kerugian negara. Warga berharap transparansi pengelolaan Dana Desa benar-benar ditegakkan agar tidak ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi di balik proyek fasilitas umum tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Anggadola maupun TPK terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan lambatnya pengerjaan serta dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek sanggar seni tersebut.
Media ini membuka ruang konfirmasi, klarifikasi
(Henr3d).



Tidak ada komentar