Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog

Diduga Hanya Janji Manis Terus Hingga Tak Kunjung Direalisasikan, Sejumlah Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Kecewa, Berkeluh Kesah 


Kendari - hotspotsultra.com - Sejumlah mahasiswa dan alumni STIMIK Bina Bangsa Kendari mengaku kecewa atas ketidakjelasan status akademik mereka. Pasalnya, sekitar 500 mahasiswa diduga belum terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).


Kekecewaan tersebut semakin memuncak setelah sebagian alumni mengaku belum menerima ijazah, meskipun telah menyelesaikan kewajiban akademik dan administrasi. Beberapa mahasiswa bersama keluarga bahkan telah berulang kali mendatangi pihak kampus untuk meminta kejelasan.


Namun, menurut pengakuan mereka, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pihak kampus disebut hanya memberikan janji-janji tanpa kepastian yang jelas. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama, dari hari ke hari, bulan ke bulan, hingga bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang konkret.


“Yang kami dapat hanya janji manis dan kata-kata penenang. Sampai tahun 2026 ini belum ada kejelasan,” ungkap salah satu mahasiswa dengan nada kecewa.


Akibat situasi tersebut, sejumlah mahasiswa bahkan meminta pengembalian dana yang telah mereka bayarkan kepada pihak kampus, yang diketahui dimiliki oleh Muliati Saiman.


Selain itu, para mahasiswa juga menyampaikan kritik keras terhadap manajemen kampus. Mereka menilai pihak kampus terkesan lebih fokus pada penarikan biaya, namun tidak memberikan kepastian terhadap status akademik mahasiswa.


“Kami sudah mengeluarkan banyak biaya, tapi status kami tidak jelas dan tidak terdaftar di PDDikti. Harusnya kami sudah lulus dan mendapatkan ijazah untuk bekerja,” ujar mahasiswa lainnya.


Sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah mahasiswa mengaku tidak lagi merekomendasikan kampus tersebut kepada calon mahasiswa baru yakni, keluarga, kerabat, kolega, dan teman teman yang lainnya. Mereka bahkan menyarankan agar masyarakat mencari perguruan tinggi lain guna menghindari pengalaman serupa.

Diduga Hanya Janji Manis Terus Hingga Tak Kunjung Direalisasikan, Sejumlah Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Kecewa, Berkeluh Kesah

Diduga Hanya Janji Manis Terus Hingga Tak Kunjung Direalisasikan, Sejumlah Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Kecewa, Berkeluh Kesah 


Kendari - hotspotsultra.com - Sejumlah mahasiswa dan alumni STIMIK Bina Bangsa Kendari mengaku kecewa atas ketidakjelasan status akademik mereka. Pasalnya, sekitar 500 mahasiswa diduga belum terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).


Kekecewaan tersebut semakin memuncak setelah sebagian alumni mengaku belum menerima ijazah, meskipun telah menyelesaikan kewajiban akademik dan administrasi. Beberapa mahasiswa bersama keluarga bahkan telah berulang kali mendatangi pihak kampus untuk meminta kejelasan.


Namun, menurut pengakuan mereka, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pihak kampus disebut hanya memberikan janji-janji tanpa kepastian yang jelas. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama, dari hari ke hari, bulan ke bulan, hingga bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang konkret.


“Yang kami dapat hanya janji manis dan kata-kata penenang. Sampai tahun 2026 ini belum ada kejelasan,” ungkap salah satu mahasiswa dengan nada kecewa.


Akibat situasi tersebut, sejumlah mahasiswa bahkan meminta pengembalian dana yang telah mereka bayarkan kepada pihak kampus, yang diketahui dimiliki oleh Muliati Saiman.


Selain itu, para mahasiswa juga menyampaikan kritik keras terhadap manajemen kampus. Mereka menilai pihak kampus terkesan lebih fokus pada penarikan biaya, namun tidak memberikan kepastian terhadap status akademik mahasiswa.


“Kami sudah mengeluarkan banyak biaya, tapi status kami tidak jelas dan tidak terdaftar di PDDikti. Harusnya kami sudah lulus dan mendapatkan ijazah untuk bekerja,” ujar mahasiswa lainnya.


Sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah mahasiswa mengaku tidak lagi merekomendasikan kampus tersebut kepada calon mahasiswa baru yakni, keluarga, kerabat, kolega, dan teman teman yang lainnya. Mereka bahkan menyarankan agar masyarakat mencari perguruan tinggi lain guna menghindari pengalaman serupa.

Tidak ada komentar